ZonaAutomotif.com - Asset management adalah proses terstruktur untuk mengelola
seluruh aset perusahaan, mulai dari pencatatan, penggunaan, pemeliharaan,
hingga penghapusan aset ketika sudah tidak produktif. Aset yang dimaksud tidak
hanya berupa mesin atau peralatan berat, tetapi juga mencakup kendaraan
operasional.
Dalam praktiknya, banyak perusahaan memiliki aset dalam
jumlah besar namun belum dikelola secara optimal. Tanpa sistem pengelolaan yang
jelas, bisnis berisiko mengalami kehilangan aset, kesalahan pencatatan nilai,
hingga biaya perawatan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, asset management
berperan penting dalam memastikan setiap aset tercatat dengan akurat, digunakan
secara efisien, dan memberikan nilai maksimal bagi perusahaan.
Baca Juga: Digital Marketing Bukan Sekadar Iklan, Tapi Strategi Bisnis yang Terukur
Selain itu, pengelolaan aset yang baik membantu bisnis
mengambil keputusan berbasis data. Dengan informasi aset yang lengkap dan
terbaru, perusahaan dapat merencanakan pengadaan, menjadwalkan maintenance,
serta menghitung depresiasi aset dengan lebih tepat. Pada akhirnya, asset
management bukan hanya soal administrasi, tetapi juga strategi untuk
meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlanjutan bisnis.
Regulasi Pengelolaan Aset yang Berlaku di Indonesia
Pengelolaan aset dalam perusahaan di Indonesia tidak hanya
berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga harus selaras dengan ketentuan
hukum dan standar akuntansi yang berlaku. Kerangka regulasi ini berperan
sebagai pedoman agar pencatatan, penggunaan, dan pelaporan aset dilakukan
secara tertib, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Pencatatan aset secara terstruktur, penetapan tanggung jawab
penggunaan aset, serta pemantauan kondisi dan masa manfaat aset secara berkala.
Dengan tata kelola yang rapi, perusahaan dapat meminimalkan risiko kehilangan
aset, penyalahgunaan, hingga pemborosan biaya operasional.
Data aset yang terdokumentasi dengan baik membantu manajemen
dan auditor memperoleh gambaran yang objektif terkait nilai, kondisi, dan
kontribusi aset terhadap kinerja perusahaan.
Rekomendasi 5 Software Pengelolaan Aset Terbaik untuk
Bisnis di Indonesia
Berikut lima software pengelolaan assetmanagement software untuk membantu maintenance asset yang paling relevan untuk bisnis di Indonesia, Rekomendasi ini disusun berdasarkan kelengkapan fitur, kesiapan skala bisnis, serta kemudahan integrasi dengan proses operasional perusahaan.
1. HashMicro
Berbeda dari solusi yang hanya berfokus pada pencatatan
aset, HashMicro unggul dalam pengelolaan aset terintegrasi end-to-end. Sistem
ini menghubungkan asset tracking, preventive maintenance, dan lifecycle aset
langsung dengan modul ERP seperti keuangan, purchasing, dan inventory.
Pendekatan ini membuat kontrol biaya, depresiasi, dan jadwal perawatan aset
lebih konsisten lintas divisi dan lokasi, terutama untuk perusahaan
menengah–besar yang membutuhkan satu sumber data terpusat.
2. SAP
SAP lebih cocok untuk perusahaan enterprise dengan aset
fisik sangat besar dan struktur operasional kompleks. Kekuatan utamanya ada
pada Enterprise Asset Management (EAM) dan work order berskala besar. Namun,
implementasinya relatif lebih berat dan biasanya memerlukan kesiapan sumber
daya serta waktu adaptasi yang lebih panjang dibanding solusi ERP lokal.
3. InvGate
InvGate menonjol pada IT asset management dengan fokus kuat
pada asset discovery otomatis, lisensi, dan compliance. Dibanding solusi ERP
terintegrasi, InvGate lebih spesifik untuk kebutuhan tim IT dan kurang optimal
jika perusahaan ingin mengelola aset non-IT secara menyeluruh dalam satu sistem
bisnis.
4. Ivanti
Ivanti dirancang untuk organisasi dengan workflow ITAM dan
ITSM yang kompleks. Keunggulannya ada pada policy management dan integrasi IT
service workflow, namun fokusnya lebih ke ekosistem IT daripada pengelolaan
aset operasional lintas departemen seperti keuangan atau procurement.
5. GoCodes
GoCodes menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dengan QR
dan GPS tracking untuk aset bergerak di lapangan. Solusi ini efektif untuk
kebutuhan tracking cepat, tetapi tidak dirancang untuk integrasi mendalam
dengan proses ERP atau pengelolaan life cycle aset jangka panjang.
Kontribusi Asset Management Software dalam Maintenance
Aset
Penggunaan asset management software membantu perusahaan
memantau kondisi dan jadwal maintenance aset secara terpusat dan berkelanjutan.
Dengan pencatatan aset yang rapi, riwayat perawatan terdokumentasi, serta
pengingat maintenance otomatis, perusahaan dapat mencegah kerusakan mendadak
yang sering mengganggu operasional.
Berdasarkan riset internal HashMicro, perusahaan yang masih
mengandalkan pencatatan manual atau spreadsheet terpisah cenderung mengalami
downtime aset 30 - 40% lebih tinggi akibat keterlambatan maintenance dan
miskomunikasi data. Sebaliknya, bisnis yang menggunakan asset management
software untuk membantu maintenance aset mampu menurunkan downtime
operasional hingga 10 - 15% serta mengurangi biaya perbaikan darurat secara
signifikan.
Kesimpulan
Pengelolaan aset yang efektif menjadi pondasi penting bagi
kelancaran operasional dan pengendalian biaya bisnis. Dengan memahami konsep
asset management, mematuhi regulasi yang berlaku, serta memilih software yang
sesuai kebutuhan, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas aset, menekan
resiko downtime, dan mengoptimalkan maintenance secara berkelanjutan.
Implementasi asset management software tidak hanya membantu pencatatan aset menjadi lebih rapi, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan strategis.
إرسال تعليق